Pendidikan merupakan suatu kebutuhan pokok bagi manusia. tanpa
pendidikan, manusia tidak dapat mengaktualisasikan dirinya dan menjadi maju.
dengan pendidikan manusia dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan
tekonologi serta terdidik akhlaknya, sehingga dapat melaksanakan fungsinya
sebagai khalifah di muka bumi dan mampu mengolah alam beserta isinya yang
telah dikaruniakan oleh Allah SWT untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Bangsa Indonesia belakangan ini menunjukkan gejala kemerosotan moral
yang amat parah, mulai dari kasus narko, korupsi, ketidak adilan hokum,
pergaulan di kalngan remaja, pelajar bahkan mahasiswa, maraknya kekerasan,
kerusahn, tindakan anarkis dan sebagainya. Semua ini mengindikasikan adanya
pergeseran kearah ketidakpastian jati diri dan karakter bangsa.
Berbagai kejadian dan fenomena yang terjadi diatas semakin membuka
mata kita bahwa diperlukan obat yang mujarab dan ampuh untuk bisa
menyelesaikan persoalan tersebut. Alasan-alasan kemorosotan moral dan
dekandensi kemanusian yang sesungguhnya terjadi tidak hanya dalam generasi
muda, tetapi telah menjadi ciri abad kita, seharusnya memang membuat kita perlu
mempertimbangkan kembali bagaimana lingkungan keluarga, sekolah, perguruan
tinggi dan masyarakat mampu mengembangkan perannya bagi perbaikan karakter.
Maka, kata kunci dalam memecahkan persoalan tersebut, seperti yang
telah penulis uraikan dalam skripsi ini, terletak pada upaya penanaman dan
pembinaan kepribadian dan karakter sejak dini yang dilakukan secara terpadu
pada pusat-pusat pendidikan karakter, yaitu keluarga, skolah, perguruan tinggi dan
masyarakat. Semuanya perlu berada dalam suatu kekompakan melalui jaringan
komunikasi dan kolaborasi yang harmonis dalam mendukung program-program
pendidikan karakter.