Penurunan pendapatan dan kewajiban membayar upah pekerja menjadi
faktor utama kerugian usaha laundry. Karena ketidak mampuan membayar upah
tersebut akhirnya staff laundry tidak lagi menggunakan jasa pekerja untuk semua
aktivitas kegiatan usaha laundry. Tanpa adanya pekerja khusus laundry
menimbulkan permasalahan baru, yakni proses pengerjaan laundry yang lama.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian berada di
Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 12 Sungai Mandau, Siak. Metode
dalam pengumpulan data dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode observasi,
wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan melalui
tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Proses
pengelolaan laundry diatas belum bisa dikatakan efektif karena proses
pengerjaannya dilakukan sepenuhnya oleh guru pengabdian yang menjadi staff
laundry yang terkadang memakan waktu yang lama. Setelah melakukan penelitian
ini, maka bagi staff laundry agar menentukan jam operasional laundry, melakukan
inovasi dalam memasarkan produknya dan menurunkan harga laundry. Dengan
harapan dapat meningkatkan minat santri untuk laundry sehingga pendapatan usaha
laundry meningkat.