Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang Allah turunkan sebagai petunjuk bagi
umat manusia, pembeda perkara yang haq dan yang bathil, membaca dinilai sebagai pahala.
Sebaik-baik kamu adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya. Bagi umat Islam
yang menghafal Al-Qur’an mendapat kedudukan yang mulia di sisi Allah. Melihat berbagai
kekurangan pada siswa berkaitan dengan membaca Al-Qur’an dan juga menghafalnya seperti
tidak lancar membaca Al-Qur’an dan ketika membacanya didapati masih terbata-bata dan
kurang fokusnya para siswa dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an dan kelemahan siswa
dalam menguasai ilmu tajwid, maka dipandang perlu melihat bagaimana strategi guru tahfidz
Al-Qur’an dalam mengatasi kesulitan menghafal Al-Qur’an. Penelitian ini dilakukan di
Madrasah Ibtidaiyah Ibnu Aqil Pekanbaru khususnya pada siswa kelas V. Penelitan ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis.
Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data
dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penyimpulan/verifikasi.
Hasil penelitian adalah dua metode dalam mengajar para siswa untuk menghafal Al-Qur’an
yaitu metode “Talaqqi” dan metode “Wafa”. Empat strategi yang dilakukan dalam mengatasi
kesulitan menghafal Al-Qur’an adalah pemberian hadiah, komitmen bersama dalam sebuah
perjanjian, selingan games (permainan) di sela-sela waktu menghafal Al-Qur’an dan
motivasi yang berkelanjutan. Empat faktor pendukung keberhasilan dalam mengatasi
kesulitan menghafal Al-Qur’an adalah keterlibatan orang tua murid dalam mengontrol buku
hafiz dan motivasi guru. Adapun dua faktor penghambat keberhasilannya adalah rasa bosan
dan jenuh para siswa dalam menghafal Al-Qur’an dan suasana bising sebagian siswa di dalam
kelas ketika waktu menghafal.