Penelitian ini membahas tentang manajemen operasional Baitul Maal Wat Tamwil
(BMT) Miftahul Qur'an Mandiri Kampung Seminai dalam perspektif Islam.
Berdiri pada tahun 2021, BMT ini menyediakan layanan keuangan syariah melalui
produk-produk seperti Tabungan Pelajar, Tabungan Safar, dan Tabungan Qurban.
Namun, setelah satu tahun beroperasi, BMT tersebut mengalami kekosongan.
Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui wawancara dan
observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kekosongan
operasional BMT tersebut adalah kurangnya kepercayaan masyarakat,
keterbatasan sumber daya manusia, dan pengelolaan keuangan yang kurang
optimal. Perlu diterapkan manajemen berbasis syariah yang lebih efektif dan
peningkatan transparansi untuk menjaga keberlangsungan operasional dan
membangun kembali kepercayaan masyarakat.