Penelitian ini didasarkan adanya ketertarikan terhadap strategi jama’ah
salafi dalam berdakwah yang memiliki sifat yang lemah lembut dan tenang
dengan mengikuti perintah dan larangan yang tertulis dalam Alquran dan
Sunnah. Objek penelitian ini dilakukan di masjid Umar bin Khattab yang terletak
di jalan delima nomor 12 kelurahan tobek Godang kecamatan binawidya yang
didirikan pada tahun 2000 masjid ini selain tempat beribadah juga menjadi
tempat syiar ajaran Islam melalui kajian atau ceramah agama dengan
menghadirkan ustaz dan ustadzah dengan tujuan untuk menarik perhatian
orang-orang di lingkungan masjid tersebut. Seiring berjalannya waktu jumlah
jamaah semakin bertambah hal ini ditandai dengan banyaknya jamaah yang
mengikuti kajian-kajian yang diadakan di Masjid Umar Bin Khattab.
Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif kualitatif, yaitu dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara,
obsevasi dan dokumentasi. Setelah mengumpulkan data-data sesuai dengan
keadaan dilokasi penelitian kemudian data-data tersebut disusun, diolah dan
dianalisis untuk mendapatkan gamabaran tentang masalah dalam penelitian ini.
Berdasarkan pengamatan penulis untuk membina jamaah ini menggunakan
beberapa metode yaitu: metode Daurah, halaqah dan media. Metode Daurah
yang di maksud adalah Tahsin al-qur'an yaitu program memperbaiki bacaan dan
menambah hafalan. Sedangkan halaqah yaitu ceramah tentang seputar agama
islam.
Hasil penelitian ini menyatakan: 1. Strategi yang digunakan di masjid
umar bin khatab melakukan pembinaan umat dengan metode dakwah berupa
daurah, halaqah dan menggunakan media sosial. 2. Faktor pendukung dakwah
adalah aktifnya Masyarakat setempat untuk selalu hadir dan ikut serta dalam
setiap kegiatan-kegiatan yang di buat di masjid umar bin khatab. Sementara itu,
faktor penghambat dakwah dalam menyampaikan dakwah adalah karena adanya
kesalahan pemahaman atau perbedaan tingkat pemahaman di masyarakat.