Penelitian ini dilatarbelakangi rasa ingin tahu penulis terhadap
implementasi Program Sajada Dalam Mensejahterakan Janda Dhuafa Binaan
Sahabat Yatim Indonesia Cabang Pekanbaru. Kaum Dhuafa merupakan entitas
berupa perorangan atau kelompok atau golongan yang dalam kehidupannya
tergolong kurang mampu atau kurang berdaya secara ekonomi dan sosial.
Sampai saat ini jumlah kaum dhuafa di Pekanbaru masih terbilang tidak sedikit,
dan hal ini menjadi sebuah persoalan sosial. Mereka yang tergolong dhuafa
khususnya janda miskin berupaya memenuhi kebutuhan hidup untuk diri dan
keluarganya sebagai pencari nafkah dan berperan sebagai orang tua tunggal
setelah suaminya meninggal dunia atau berpisah dalam keretakan rumah
tangga. Kondisi tersebut dikategorikan rentan manakala janda tersebut tidak
memiliki pekerjaan tetap dengan penghasilan yang memadai atau memiliki
keterampilan berbisnis atau usaha mikro menengah sebagai pegangan untuk
ketahanan ekonomi dan sosial dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar seperti
pangan, sandang, papan, kesehatan dan kebutuhan hidup lainnya sehingga bisa
mencapai kesejahteraan.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Program SAJADA
Dalam Mensejahterakan Janda Dhuafa Binaan Sahabat Yatim Indonesia Cabang
Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi,
wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini peneliti mewawancarai
narasumber yaitu Kepala Cabang Sahabat Yatim Kota Pekanbaru, pengurus
Sahabat Yatim dan Janda Duafa. Berdasarkan hasil penelitian dan evaluasi
pelaksanaan Program santunan Janda Miskin dapat disimpulkan bahwa program
tersebut mempunyai dampak yang signifikan terhadap peningkatan
kesejahteraan ekonomi, sosial dan psikologis janda miskin karena dapat
memenuhi kebutuhan dasar anak tetapi juga memberdayakan mereka melalui
pelatihan keterampilan, dukungan psikologis dan akses pendidikan bagi anak.