Seiring dengan kemajuan zaman tentu membawa pengaruh bahkan
permasalahan tersendiri bagi banyak orang. Salah satunya yakni adanya
kemerosotan adab atau etika pada lapisan masyarakat termasuk pada guru. Adab
atau etika memiliki peranan penting yang harus dimiliki oleh seorang murid. Kitab
Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali dapat dijadikan acuan oleh murid dalam
beradab, karena mengajarkan bagaimana seorang murid hendaknya bersikap dalam
kehidupan. Sebab Bagaimana adab seorang murid tehadap gurunya menurut Imam
Al-Ghazali dan Bagaimana relevansi adab murid terhadap gurunya menurut
pemikiran Imam Al-Ghazali terhadap pendidikan saat ini. Penelitian ini
menggunakan metode studi kepustakaan (library research) yang dilakukan dengan
meringkas dan menganalisis data yang bersumber dari data primer maupun data
skunder, dengan menggunakan pendekatan kualitatif literature dan teknik analisis
isi (content analysis). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa menurut Al-
Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah seorang murid hendaknya mengawali salam
kepada guru, tidak banyak berbicara dihadapan guru, tidak mendahului guru
berbicara, tidak bertanya sebelum guru mengijinkan, lalu Ketika guru beranjak dari
majelis,ketika guru sedang lelah juga ketika dalam perjalanan, tidak berdebat
dengan guru, tidak merasa lebih benar dari guru, tidak berbicara dengan teman
ketika guru memberi pelajaran, fokus, duduk dengan tenang, memberi hormat
ketika guru berdiri, tidak berburuk sangka kepada guru. Relevansi Adab murid
terhadap guru menurut pemikiran Imam Al-Ghazali terhadap pendidikan saat ini
ialah ialah membantu mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional
sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
20 Tahun 2003 Pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional.