Masalah pokok yang harus dihadapi dalam pembelajaran ini adalah bagaimana
kita dapat meningkatkan kemampuan santri dalam membaca kitab kuning. Kitab
kuning atau yang sering kita sebut dengan kitab gundul memiliki pesan-pesan
yang sangat bernilai sehingga menuntut keahlian khusus untuk memahaminya.
Kemampuan membaca kitab kuning ini adalah salah satu faktor yang sangat
penting untuk memahami dalam isi kandungan yang terdapat dalam teks kitab.
Kemampuan tersebut sangat diperlukan yang namanya pembiasaan, dan pelatihan,
pelatihan membaca kitab kuning merupakan salah satu upaya dalam
meningkatkan kemampuan santri dalam memahami kitab kuning. Metode
sorogan, bandongan dan halaqoh ini sebagai bentuk pembelajaran yang dilakukan
oleh para ustadz dan u
stadzah di pondok pesantren baiturrahman an nizhom.. Metode sorogan bertujuan
agar para santri dapat membaca kitab kuning dengan baik dan benar sesuai dengan
kaidah nahwu dan shorof, serta dapat memahami isi dalam sebuah kitab kuning.
Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa Pondok Pesantren baiturrahman
an nizhom telah melahirkan sejumlah santri yang insyaallah mampu membaca
kitab dengan tahapan awal yaitu mengetahui sakal (baris), tahap kedua
mengetahui tata bahasa Arab, dan tahap ketiga dapat memberikan makna
sesungguhnya yang tertulis di dalam kitab yang dibaca.