Search for collections on Repository IAI Diniyyah Pekanbaru

KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA DALAM AL-QUR’AN SURAT ALI ‘IMRAN AYAT 33-37 (KAJIAN TAFSIR IBNU KATSIR)

Thesis 2024

Abstract

Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber segala ilmu pengetahuan termasuk
aspek pendidikan. Untuk menggali makna dibalik teks Al-Qur’an digunakan
ilmu tafsir. Tafsir termasuk disiplin ilmu Islam yang paling mulia dan luas
cakupannya. Pada surat Ali ‘Imran ayat 33-37 terkandung konsep pendidikan
keluarga yang mesti digali, lalu direlevansikan dengan teori pendidikan
kekinian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi
kepustakaan. Hasil penelitian temuan pertama: bahwa konsep pendidikan
keluarga dalam Al-Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 33-37 dengan tinjauan tafsir
Ibnu Katsir yang menghasilkan konsep pendidikan keluarga yaitu;

(a) Berakhlak mulia sebagai suri teladan yang baik, (b) Sosok ibu yang benar-
benar menyiapkan anak-anaknya sejak dalam kandungan, (c) Pantang

menyerah dalam berharap kepada Allah, (d) Memberikan nama yang baik dan
memilihkan pembimbing yang baik. Temuan kedua: konsep pendidikan
keluarga menurut Al-Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 33-37 relevan dengan teori
kekinian terkait pendidikan anak berdasarkan perkembangan usia. Teori
perkembangan sesuai usia dari beberapa ahli tersebut terbagi menjadi; (1)
Pola asuh masa prenatal, (2) Pola asuh masa 0-7 tahun, (3) Pola asuh masa 7-
14 tahun dan (4) Pola asuh masa 14-21 tahun. Selanjutnya, konsep pendidikan
keluarga ini juga sejalan dengan pendapat terkait hal yang mempengaruhi
anak dalam pendidikannya selama masa perkembangannya yakni teori
nativisme (pembawaan), teori empirisme (lingkungan), teori konvergensi
(gabungan antara pembawaan dan lingkungan) dan teori fitrah (bahwa anak
sudah memilki potensi untuk dididik). Temuan ketiga: implementasi konsep
pendidikan keluarga ini pada proses pembelajaran sesuai dengan indikator
pelaksanaan proses pembelajaran yang meliputi tujuan, materi dan metode.
Tujuan pembelajaran itu tidak terlepas dari tujuan hidup manusia, maka
tujuan hidup menjadi tujuan pendidikan; yakni (1) Hasanah, (2) Sa’id,
(3) Taqwa, (4) Salam dan (5) Ridhwanu-llah/mardhatu-llah. Materi pokok
yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran adalah;
(1) Ketuhanan (tauhid), (2) Kemanusiaan (insaniyyah), (3) Musyawarah
(syura) dan (4) Keadilan (‘adalah). Sedangkan metode yang dapat digunakan
oleh guru dalam proses pembalajaran adalah; (1) Keteladanan (uswah
hasanah), (2) Pembiasaan, (3) Nasihat dan (4) ‘Iqāb (Hukuman).

Files

Final Tesis A - Abdul Rahman.pdf (application/pdf · 1.1 KB)
cover tesis - Abdul Rahman.pdf (application/pdf · 0.3 KB)

Details

Division
Pendidikan Agama Islam
Updated
2025-08-31 10:50:36