ABSTRAK
Nama : Aribah Alfawwaroh
Judul : Etika Murid Dalam Menuntut Ilmu Perspektif Umar
bin Ahmad Baraja
Seorang anak yang lahir ke dunia pada dasarnya tidak memiliki
pengetahuan dan belum memahami apa pun, namun Allah SWT telah membekali
setiap manusia sejak lahir dengan pendengaran, penglihatan, akal, dan hati sebagai
modal penting untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membentuk
kepribadian. Karena manusia lahir dalam keadaan tidak mengetahui apa pun,
pendidikan menjadi kebutuhan paling mendasar yang tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan, yang dipahami sebagai upaya sadar dan terencana untuk menciptakan
proses pembelajaran dalam rangka meningkatkan kemampuan serta keterampilan
peserta didik agar mampu menjalani kehidupan. Dalam konteks pendidikan
dewasa ini, persoalan etika menjadi isu yang terus diperbincangkan dan hingga
kini belum sepenuhnya teratasi, bahkan sejumlah tokoh berpendapat bahwa
problem etika atau akhlak akan selalu muncul sepanjang proses pendidikan
berlangsung. Fenomena yang terjadi saat ini cukup memprihatinkan, karena
banyak siswa tidak lagi menunjukkan sikap yang mencerminkan dirinya sebagai
murid, baik dalam cara berpakaian, bersikap, menjaga fasilitas sekolah, maupun
menghormati guru. Salah satu tokoh yang memberikan perhatian besar terhadap
persoalan akhlak adalah Umar bin Ahmad Baraja, seorang ulama yang dikenal
luas terutama di kalangan santri Indonesia, yang kemasyhurannya didukung oleh
karya-karyanya yang dipelajari hampir di seluruh pesantren, antara lain Akhlaq lil
Banin (jilid 1–4) dan Akhlaq lil Banat (jilid 1–3). Berdasarkan hal tersebut,
penelitian ini membahas etika murid dalam menuntut ilmu menurut perspektif
Umar bin Ahmad Baraja dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan
(library research) melalui pendekatan studi tokoh.
Kata Kunci : Etika, Murid, Ilmu, Umar bin Ahmad Baraja, Kitab Akhlaq
lil Banin