Agama merupakan sumber dari nilai religius dan mempunyai keterkaitan
yang sangat erat untuk masuk kedalam jiwa seseorang. Untuk membentuk
manusia yang agamis dan mempunyai nilai-nilai religius dalam dirinya diperlukan
pembimbingan yang terarah. Sebuah majelis kegamaan tentunya mengenalkan dan
menanamkan tauhid atau akidah kepada jama’ahnya sebagai pondasi pada diri
seseorang. Dengan begitu ketua majelis dan guru pengajian harus selalu berupaya
menciptakan budaya religius dan meningkatkan potensi religius guna membentuk
kepribadian jama’ah majelis menjadi manusia yang beriman, bertaqwa dan
berakhlak. Pertanyaan dan tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
proses pembentukan karakter religius ibu sebagai madrasatul ula bagi anak
melalui kegiatan mengaji di lingkungan Rw 002 Kerubung Jaya dan pengajian
kitab serta kegiatan rutinan yang dilakukan guru dalam membentuk karakter
religius ibu majelis pengajian Rw 002 Kerubung Jaya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi,
wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis
deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pembentukkan Karakter
Religius Ibu sebagai madrasatul ula Bagi Anak Melalui Kegiatan Mengaji Di
Lingkungan Rw 002 Kerubung Jaya dilakukan dengan baik dan efektif dengan
diterapkannya dalam kegiatan keseharian seperti membiasakan bersalaman
dengan sesama ketika bertemu, santun dalam berbicara, sopan dalam bersikap,
dan saling menghormati baik dengan guru maupun sesama jama’ah dan tetangga
serta orang lain. Kemudian terkaitb program-program kajian kitab klasik pegon
diantarnya kitab daqoiqul akhbar karangan Syekh Abdurrahim bin Ahmad Al-
Qodhi yang mengkaji tentang surga, neraka, dan berbagai hal yang menyangkut
perjalanan menuju dua tempat tersebut, kemudian membaca doa-doa ada 13 doa
yang berkaitan dengan kebutuhan kita sebagai umat muslim, serta mengamalkan
dzikir ada 8 dzikir yang harus diamalkan sesudah sholat, dengan adanya amalan
dzikir sesudah sholat ini secara tidak langsung juga mengingatkan bahwa harus
melaksanakan sholat fardhu 5 waktu serta sunahnya, kemudian juga membaca Al-
Qur’an, kemudian keteladanan yang diberikan oleh ketua majelis pengajian dan
guru pengajian. Pengajian kitab yang dilakukan didalam mejelis pengajian Rw
002 Kerubung Jaya dilakukan dengan metode ceramah dan praktik.
Kata Kunci: Karakter Religius, Ibu, Madrasatul Ula