ABSTRAK
SITI MAIMUNAH (2024) : PERAN GURU AL-QUR’AN HADITS DALAM
MENERAPKAN METODE MENGHAFAL HADITS PADA SISWA KELAS
VII MTS NAHDIYAH TANAH TINGGI KECAMATAN TAPUNG HILIR
KABUPATEN KAMPAR
Menghafal hadits juga dilaksanakan di Lembaga Pendidikan Islam, tidak
hanya di pesantren. Mengingat usia remaja adalah masa dimana anak mengalami
fase perubahan baik secara fisik maupun mental, anak cenderung ingin tahu sesuatu
hal baru dan memiliki daya ingat yang tinggi. Metode menghafal hadits walaupun
bersifat konvensional tetapi dapat dijadikan cara untuk memperkenalkan hadits
sejak usia remaja, mulai dari dibaca, ditulis dan dihafalkan lalu kemudian dapat
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Peran guru al-qur’an hadits
dalam menerapkan metode menghafal hadits di MTs Tanah Tinggi Kecamatan
Tapung Hilir Kabupaten Kampar; 2. Metode yang diterapkan guru al-qur’an hadits
dalam menerapkan metode menghafal hadits di MTs Tanah Tinggi Kecamatan
Tapung Hilir Kabupaten Kampar; 3. Faktor pendukung dan faktor penghambat
dalam menerapkan metode menghafal hadits di MTs Tanah Tinggi Kecamatan
Tapung Hilir Kabupaten Kampar.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan. Teknik yang digunakan
dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara
dan dokumentasi. Kemudian dalam analisis data menggunakan metode deskriptif
kualitatif, yaitu data yang terkumpul kemudian dianalisis sehingga menjadi sebuah
kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Peran guru dalam menerapkan
metode menghafal hadits di MTs Nahdiyah sudah berjalan dengan baik 2. Metode-
metode yang diterapkan guru al-qur’an hadits dalam menghafal hadits pada siswa
kelas VII MTs Nahdiyah sudah dilaksanakan terutama matode talaqqi 3. Faktor
pendukung dan faktor penghambat dalam menerapkan metode menghafal hadits di
MTs Nahdiyah juga ditemukan yaitu peran guru dalam memberikan motivasi,
membimbing selama proses pembelajaran, suasana kelas yang kondusif, dan daya
ingat siswa sedangkan faktor penghambat peserta didik kurang motivasi (malas)
dan kesulitan membaca huruf hijaiyyah atau lafadz hadits.