UMKM menjadi tulang punggung ekonomi nasional karena kemampuannya
dalam menyerap tenaga kerja, menciptakan lapangan pekerjaan, serta
mendistribusikan pendapatan di kalangan masyarakat. Namun, meskipun
kontribusinya besar, UMKM masih menghadapi berbagai tantangan dalam
pengembangannya, seperti keterbatasan akses terhadap modal, teknologi, pasar,
dan sumber daya manusia yang berkualitas.Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis potensi pengembangan UMKM dalam perspektif Islam dengan
studi kasus pada UMKM Arsy Risoles di Pekanbaru.
Dalam hal ini, peneliti menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi
sebagai metode untuk mengumpulkan data yang diperlukan.kendala akses
pembiayaan adalah salah satu tantangan terbesar. Tanpa adanya modal yang cukup,
Arsy Risoles mengalami kesulitan untuk memperluas kapasitas produksi, dan
memasuki pasar baru.Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa UMKM Arsy Risoles menghadapi tantangan signifikan dalam hal akses
pembiayaan. Kendala ini menghambat kemampuan mereka untuk meningkatkan
kapasitas produksi, memperbarui peralatan, dan memperluas pasar. Akibatnya,
UMKM ini sering kali harus mengandalkan tabungan pribadi atau pinjaman dengan
bunga tinggi, yang membatasi potensi pengembangan usaha mereka. Meskipun
demikian, Arsy Risoles tetap berusaha menerapkan prinsip-prinsip ekonomi syariah
seperti keadilan, transparansi, dan kesejahteraan bersama dalam operasional
bisnisnya. Penerapan prinsip-prinsip ini telah membantu dalam membangun
kepercayaan dan loyalitas pelanggan, serta menciptakan lingkungan kerja yang
positif.